Pantangan – Pantangan Dalam Merayakan Tahun Baru Imlek

 

Liputan69.com  –  Masyarakat Tionghoa menganggap hari pertama Tahun Baru Imlek merupakan awal mulanya nasib dan keberuntunganpada tahun yang bersangkutan. Sehingga banyak sekali larangan dan pantangan dalam merayakan Tahun Baru Imlek.

 

Boleh percaya boleh tidak semua tergantung kita. Semua pantangan dan larangan ini hanya  semata-mata merupakan tradisi. Agar keberuntungan pada sepanjang tahun baru ini menjadi lebih baik dan terhindar dari nasib-nasib buruk. Tentunya seiring dengan perkembanganya jaman dan teknologi, beberapa pantangan maupun larangan sudah mulai ditinggalkan.

 

Beberapa pantangan dan larangan terhadap kegiatan yang disebut dibawah hanya sebagai referensi dan pengetahuan untuk perayaan Imlek.

 

Pantangan atau Larangan yang Dimaksud Antara Lain :

 

 

  1. Dalam ucapan, kata-kata seperti mati, miskin, hilang, rusak, sakit, mati, hantu, habis, kalah tidak boleh diucapkan. Selain itu kata-kata yang mengandung unsur negatif pun tidak boleh disebutkan.

2. Saat membawa gelas, mangkuk dan piring harus lebih berhati-hati. Hal itu untuk menghindari jatuhnya gelas,            mangkuk dan piring tersebut sehingga pecah. Jika tidak sengaja hal tersebut terjadi, maka orang-orang yang                ada disekitarnya harus mengucapkan beberapa kata keberuntungan.

3. Hari Pertama Tahun Baru Imlek, tong beras tempat penyimpanan beras tidaklah boleh kosong. Hal itu guna                untuk menghindari terjadinya kelaparan sepanjang tahun tersebut.

4. Pantangan untuk menyiram air, menyapu, membuang sampah. Hal ini memiliki arti mengumpulkan rezeki                  dan harta. Bila kegiatan menyiram, menyapu dan membuang sampah dilakukan berarti membuang rezeki                    yang telah dikumpulkan ataupun yang akan dikumpulkan.

 

 

Perayaan Tahun Baru Imlek

 

 

5. Pantangan untuk menagih hutang dan membayar hutang. Karena keberuntungan akan hilang baik untuk                      penagih utang ataupun peminjam sepanjang tahun tersebut.

6. Pantangan untuk memotong rambut, karena memotong rambut saat Imlek dikaitkan dengan pemakaman.                  Selain itu melayat orang yang meninggal dunia saat Imlek pun dilarang.

7. Pantangan untuk membunuh mahkluk hidup karena membunuh merupakan penyebab dari musibah, bencana            dan perang.

8. Larangan untuk minum obat untuk menghindari penyakit dan sakit-sakitan pada Imlek dan sering minum                   obat sepanjang tahun.

9. Larangan untuk makan bubur di Tahun Baru Imlek dan harus memakan nasi karena bubur jaman dulu                         dianggap makanan orang miskin. Dengan memakan nasi pada Tahun Baru Imlek maka akan membawa rezeki             dan menghindari kemiskinan sepanjang tahun.

10. Pantangan makan daging, hal ini untuk menghormati para Dewa yang mengunjungi rumah saat merayakan                Tahun Baru Imlek.

 

Pantangan ataupun larangan pada Tahun Baru Imlek biasanya berlangsung sampai hari kelima perayaan Imlek (Jia Gue Chu Wu). Pada hari keenam, semua aktifitas dan kegiatan sudah normal kembali. Tim Liputan69.com mengucapkan ” GONG XI FAT CAI” bagi suku Tionghoa yang merayakannya. 😀

 

BACA JUGA  :  Jenis Kue Imlek dan Maknanya

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *